SELF RESCUE 1 (Croll to Croll)

4 05 2010

Dalam penelusuran goa sering kali terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti kecelakaan, pingsan karena kehabisan oksigen atau banyak lagi yang bisa terjadi. Tentunya untuk menyelamatkan korban yang mengalami kecelakaan ini akan sangat sulit sekali dilakukan, apalagi jika kecelakaan itu terjadi di dalam goa vertikal.

Untuk itu diperlukan suatu teknik untuk dapat membawa korban keluar dari dalam goa, teknik itu dinamakan Self Rescue. Self Rescue sendiri terbagi menjadi bermacam-macam teknik (Crol to Croll, Power System, Counter Balance dan masih banyak lagi teknik lainnya).

Berikut ini akan saya jelaskan salah satu teknik dalam Self Rescue yaitu Croll to Croll

  1. Pasang Cowstail penolong ke MR bagian bawah korban
  2. Buka jumar penolong
  3. Dekatkan Croll penolong dengan Croll korban sampai
  4. Balikkan arah dari descender korban sehingga descender korban menghadap penolong
  5. Lepas Croll korban
  6. Lepas Croll penolong, pasang connector ke MR korban bagian bawah
  7. Lepas jumar korban
  8. Lepas kunci descender lalu turun dengan perlahan

Catatan:

–          Waktu pasang Cowstail pasang juga carabiner connector biar mudah

–          Connector tidak harus dua

–          Alat-alat yang tidak  terpakai diletakkan disamping





Single Rope Technique (SRT)

4 05 2010

Dalam caving dikenal dua jenis goa yaitu goa horizontal dan goa vertikal. Perbedaan keduanya hanya terletak pada lintasan goa, dimana goa horizontal lintasannya lurus mendatar sedangkan goa vertikal lintasannya turun ke bawah/vertikal.

Pada goa horizontal tidak ada kesulitan untuk untuk melintasinya karena memang bentuk lintasannya yang lurus mendatar, tapi bagaimana dengan goa vertikal? Jelas tidak mungkin kita langsung terjun ke dalamnya. Untuk itu diperlukan suatu teknik khusus untuk masuk maupun keluar dari dalam goa vertikal. Bagi para caver teknik itu dikenal dengan nama Single Rope Technique (SRT).

Bagi orang yang ingin masuk ke dalam goa vertikal SRT ini mutlak dikuasai karena jika tidak maka akan sulit untuk dapat masuk maupun keluar dengan keadaan selamat.

Sebelum kita bicara soal bagaimana teknis dari SRT itu sendiri tentu saja kita harus tau alat apa saja yang diperlukan pada saat kita akan melakukan SRT. Alat-alat tersebut mutlak kita bawa sebagai alat bantu dan pengaman kita untuk dapat masuk dan keluar dari goa vertikal selain alat-alat susur goa lainnya yang pernah saya jabarkan di tulisan saya yang berjudul Caving (Susur Goa). Alat-alat itu antara lain:

  1. Sit Harness, harness ini adalah harness yang didesain secara khusus untuk kegiatan susur goa berbeda dengan harness yang biasa dipakai untuk panjat tebing/panjat dinding. Macamnya pun beragam, seperti Croll, rapide, Avanti, super Avanti, fractio dll.
  2. Ascender, adalah peralatn yang digunakan untuk naik meniti tali, seperti Hand Jammer, Croll, Gibs, Basic Jammer, Jummar dan lain sebagainya.
  3. Descender, merupakan peralatan yang digunakan untuk turun tali. Macam-macam discender antara lain Capstand ( ada dua jenis, simple dan auto stop), whale tail, Rack (ada dua jenis, yang open dan close rack), Figure of Eight dan lain sebagainya.
  4. Millon Rapid (MR), ada tiga jenis yaitu Delta MR (sering untuk menyambung loop sit harness); Semi Circular MR (juga untuk menyambung loop harness) dan Oval MR (untuk menyambung chest ascender dengan delta atau semi circular MR).
  5. Chest harness berfungsi untuk mengikat chest ascender pada dada.
  6. Cowstail dibuat dengan tali dinamis yang disimpul salah satu tali lebih pendek. Tali yang lebih pendek (satu lengan siku) sebagai pengaman dan tali yang lebih panjang (sejangkauan tangan) dihubungkan dengan hand ascender.
  7. Foot Loop digunakan sebagai pijakan kaki dan dihubungkan dengan hand ascender. Foot Loop ini dapat dibuat dari tali Carmentel dinamis yang disimpul bowling

Setelah kita mengetahui alat-alat apa saja yang diperlukan untuk melakukan SRT, berikutnya akan saya jelaskan cara melakukan SRT. Sebelum kita melakukan SRT, kita pasang terlebih dahulu satu set perlengkapan SRT dan personal equipment yang diperlukan untuk penelusuran goa. Setelah itu lakukan langkah-langkah seperti berikut:

Naik:

  1. Pasang Ascender (jumar dan croll) pada tali
  2. Tarik jumar  ke atas sampai setinggi yang kita mampu
  3. Injak Foot Loop lalu berdiri tegak dengan tangan bertumpu  pada jumar

Lakukan poin 2 dan 3 sampai kita mencapai ketinggian yang kita inginkan.

Turun:

  1. Pasang carabineer pengaman yang terdapat pada cowstail pendek ke atas jumar
  2. Pasang descender lalu kunci (unuk simple kunci 2 kali dan auto stop dikunci 2 kali)
  3. Lepas croll
  4. Lepas jumar
  5. Lepas kunci descender lalu turun dengan perlahan




Caving(Susur Goa)

27 04 2010

Caving(baca: susur goa) bagi sebagian orang awam pastilah masih asing dengan olahraga extream ini. Tapi bagi para penggiat alam caving bukan lagi hal yang asing. Caving atau yang lebih dikenal dengan susur goa adalah salah satu aktivitas penelusuran goa, baik untuk meneliti ekosistem dan kandungan  yang ada di dalamnya, pemetaan goa, penyelamatan goa maupun hanya untuk kenikmatan melakukan aktivitas tersebut atau untuk latihan fisik.

caving adalah olahraga yang membutuhkan fisik yang prima, konsentrasi dan kesiapan mental yang tinggi, hal ini dikarenakan kondisi goa yang yang memang sangat minim oksigen, air dan bahan makanan.

Bagi seorang cavers(baca: penelusur goa) terdapat etika-etika yang harus diikuti antara lain:

  1. Jangan ambil apa pun kecuali gambar
  2. Jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kaki
  3. Jangan membunuh apapun kecuali waktu

Etika tersebut wajib untuk diketahui dan dilakukan oleh setiap orang yang akan melakukan kegiatan penelusuran goa, karena hal ini akan menyelamatkan goa dari kerusakan.

Caving sendiri bisa digolongkan sebagai olah raga yang menuntut konsentrasi tinggi, hal ini bisa kita lihat dari perlengkapan pribadi maupun kelompok yang harus dibawa atau dikenakan pada saat akan melakukan susur goa.





Ranu Kumbolo Lake

22 04 2010

Ranukumbolo salah satu keindahan alam yang terdapat di lereng gunung Semeru ini menyimpan banyak sekali eksotisme. Selain keindahan alamnya, Ranukumbolo juga menyimpan banyak sekali mitos-mitos. Ranu yang berarti danau dan kumbolo yang berarti berkumpul dapat diartikan danau untuk tempat berkumpul. Hal ini bisa dilihat bahwa di Ranukumbololah tempat berkumpulnya para pendaki untuk beristirahat sebelum melanjutkan pendakian ke puncak gunung semeru/Mahameru(3.744,8  mdpl).

Di Ranukumbolo terdapat sebuah tanjakan yang disebut sebagai tanjakan cinta, konon jika kita dapat melewati tanjakan itu tanpa berhenti dan menoleh kebelakang maka cinta sejati kita akan abadi. Entah benar atau tidak, Ranukumbolo adalah salah satu tempat yang wajib anda kunjungi….